Penggunaan Dinding Tekstur Dalam Hunian

Published by

Posted on September 20, 2018

Dalam sebuah hunian, umumnya kita menemui dinding yang permukaannya rata dan polos. Tidak banyak kita temukan hunian yang mengeksplorasi dinding dengan menggunakan tekstur pada permukaannya, yang kemudian bisa berfungsi sebagai elemen dekorasi yang memberikan kesan berbeda dari sebuah hunian.

Tekstur adalah suatu permukaan yang dapat kita raba dan/atau lihat. visualisasi yang maksimal dari tekstur dapat diperoleh dari pencahayaan karena pantulan cahaya dapat mempertegas gelap terang pada tekstur tersebut. Maka dari itu, sangat disarankan agar penerapan tekstur berada di area yang terekspos oleh bukaan atau sumber cahaya.

Dalam pengaplikasian dinding berstektur, perlu dilakukan pemilihan material tertentu dengan menambahkan bahan khusus pada dinding yang mampu memberi tekstur pada dinding. Contoh material yang dapat memunculkan efek tekstur antara lain seperti; batu alam, kayu, keramik, finishing semen atau Stucco. Stucco terbuat dari campuran batu kapur, pasir, dan air. keunggulan dari tekstur dinding stucco adalah kemampuannya dalam mengkamuflasi retak, lubang, atau cacat pada dinding.

 

 

terdapat beragam pilihan jenis tekstur yang bisa diterapkan pada dinding, di antaranya seperti tekstur – tekstur di bawah ini:

  • Tekstur dinding seperti kulit jeruk (orange peel)

Tekstur Dinding Kulit Jeruk

(Sumber: www.homaxproducts.com)

 

Tekstur dinding ini menghasilkan efek berlubang atau bergelombang. Untuk mendapatkan tampilan yang tepat diperlukan sebuah sprayer dan agar lebih mendapatkan tampilan tekstur orange peel yang lebih baik, diperlukan sebuah hopper texture dan senyawa untuk bahan untuk menipiskan tampilan cat dinding. Dalam menggunakan sprayer, terkadang cat menjadi terlalu cepat menempel di dinding. Untuk itu, sediakan nozzle type serta beri jarak antara sprayer dengan dinding ketika menyemprotkan cat. Kedua faktor tersebut turut menentukan hasil akhir pada tekstur dinding.

  • Tekstur pasir

Tekstur Dinding Pasir

(Sumber: www.tukangtekstur.com)

 

Untuk mendapatkan dinding dengan tekstur berpasir diperlukan sand paint. Cat ini bisa diaplikasikan dengan kuas biasa, namun sebaiknya menggunakan roller.

Lakukan pengecatan pada bagian-bagian kecil dari dinding, kemudian terapkan cat dengan sekop atau pisau drywall secara hati-hati. Lakukan pengecatan dengan pola lebar dan menyamping atau dengan gerakan melingkar untuk mendapatkan tampilan kontur dinding yang terangkat.

 

  • Venetian Plaster

Dinding Finish Venetian Plaster

 

(Sumber: www.pinterest.com)

 

plester Venesia adalah lapisan multi-layer, yang membantu mensimulasikan permukaan yang dibuat oleh bahan alami yang berbeda, dapat menciptakan efek seperti batuan alam, tekstur pohon, atau tekstur bervolume lainnya pada dinding. Plester Venesia cocok digunakan untuk hunian bergaya klasik. Tekstur ini didapatkan dengan menerapkan plester Gips Venesia yang terdiri dari komponen kapur, akrilik, lateks, atau semen dengan warna sebagai aspek utamanya. Plester Venesia itu sendiri berwarna putih sehingga zat pewarna aditif khusus untuk memberinya nuansa warna. Pengaplikasian bahan ini menggunakan sekop atau pisau drywall dan membutuhkan beberapa coat untuk menghasilkan efek yang diinginkan.

 

  • Faux finishing

Dinding Faux Finish

(Sumber: www.homedit.com)

 

Ada beragam tipe faux finishing, mulai dari batu imitasi, suede imitasi, pecahan semen, serta batu kapur. Batuan imitasi tersebut biasa dibuat dengan campuran cat, glasir dan mungkin beberapa bahan lain. Faux finishing suede terbuat dari cat lateks datar dengan tekstur pasir di dalamnya dan beberapa blotting, atau “frottage,” dengan kantong plastik, saat cat tersebut masih dalam keadaan lembab atau setengah kering.

Remukan atau pecahan – pecahan semen maupun batu bata imitasi dapat digunakan untuk menciptakan dinding dengan tekstur kasar. Faux finishing kapur menggunakan cat kapur asli dan akan menampilkan tanda – tanda memudar seiring berjalannya waktu, sehingga nampak amat mirip dengan batu kapur yang asli.

 

  • Fake-texture

Dinding Fake Texture

(Sumber: www.architecturaldigest.com)

 

Efek Fake-texture atau tekstur palsu dapat menciptakan ilusi tekstur, yaitu tekstur yang dapat dilihat namun jika disentuh permukaannya rata. Tekstur ini bisa diwujudkan dengan menerapkan warna – warna cat dinding yang berbeda ke permukaan dinding serta dengan memadukan cat yang memiliki warna muda atau light dan warna yang lebih gelap untuk membuat kontras pada permukaan dinding. Tekstur palsu diaplikasikan dengan twisted rags dan stamps diatas lapisan cat dasar pada dinding

 

 

 


About the Author